Waspada Spyware Morpheus: Ancaman Baru yang Bisa Bajak WhatsApp Anda

Dunia keamanan siber di tahun 2026 kembali digemparkan dengan munculnya ancaman spyware bernama Morpheus. Malware ini dilaporkan mampu mengambil alih akun WhatsApp pengguna Android secara diam-diam.

Mengenal Spyware Morpheus dan Cara Kerjanya

Morpheus adalah spyware yang diduga berasal dari Italia dan sering digunakan oleh lembaga intelijen serta penegak hukum. Saat ini, malware tersebut tercatat telah beroperasi di lebih dari 20 negara di seluruh dunia.

Berbeda dengan malware pada umumnya, Morpheus bekerja dengan teknik yang sangat spesifik dan licik. Ia akan menyerang ketika ponsel korban mengalami kendala akses data seluler.

Modus Licik: Memancing Korban Melakukan Instalasi

Dalam situasi kehilangan akses data, korban akan diarahkan untuk melakukan perbaikan koneksi. Korban kemudian dipancing untuk mengunduh file APK yang disamarkan sebagai pembaruan sistem atau perbaikan jaringan.

Morpheus memanfaatkan celah side loading pada Android yang memungkinkan instalasi aplikasi di luar toko resmi. Berikut adalah tabel perbandingan antara sistem Android dan iOS terkait risiko instalasi aplikasi pihak ketiga:

Fitur Keamanan Android iOS (iPhone)
Instalasi Luar Store Memungkinkan (Side loading) Sangat Dibatasi
Risiko Spyware Lebih Tinggi Lebih Rendah
Kontrol Pengguna Fleksibel Ketat

Ancaman pada WhatsApp dan Privasi Layar

Setelah berhasil terpasang, Morpheus mengeksploitasi fitur Accessibility Permission. Izin ini memungkinkan pelaku untuk memantau layar dan membaca konten aktivitas pengguna.

Bahaya utamanya adalah kemampuan spyware ini menautkan perangkat baru ke WhatsApp korban. Dengan begitu, pelaku dapat mengambil alih akun WhatsApp tanpa disadari oleh pemilik aslinya.

Baca Juga  Kanwil DJPb DKI Jakarta Raih Penghargaan Akuntabilitas Pengelolaan Dana USO 2026

Siapa yang Menjadi Target Utama?

Alfons Tanujaya dari Vaksincom menegaskan bahwa Morpheus bukanlah ancaman massal bagi pengguna awam. Serangan ini bersifat sangat terarah (highly targeted) dan menyasar pihak-pihak tertentu.

Target utama yang sering dibidik meliputi jurnalis, aktivis, hingga tokoh politik. Namun, tren keamanan digital saat ini menunjukkan bahwa risiko akan terus berkembang ke tingkat yang lebih canggih.

Cara Melindungi Diri dari Spyware

Untuk menjaga keamanan perangkat Anda di tahun 2026, sangat penting untuk meningkatkan kedisiplinan dalam penggunaan ponsel. Berikut adalah langkah praktis yang bisa Anda lakukan:

  1. Hindari melakukan instalasi aplikasi dari sumber yang tidak dikenal atau mencurigakan.
  2. Jangan pernah mengunduh file update sistem yang muncul melalui link atau pesan yang tidak resmi.
  3. Batasi pemberian izin Accessibility Permission pada aplikasi yang tidak benar-benar membutuhkannya.
  4. Selalu periksa daftar perangkat yang tertaut di pengaturan WhatsApp secara berkala.
  5. Gunakan kunci keamanan tambahan pada aplikasi pesan instan Anda.

Kesimpulannya, keamanan digital tidak hanya bergantung pada kecanggihan perangkat, tetapi juga perilaku pengguna. Kewaspadaan terhadap tawaran pembaruan sistem yang tidak wajar menjadi kunci utama agar terhindar dari intaian spyware seperti Morpheus.

Aulia Rahma adalah reporter selfd.id yang aktif meliput berita lokal dan isu masyarakat. berpengalaman menyusun laporan berbasis fakta dan informasi lapangan.