Penyakit campak kembali menunjukkan tren peningkatan yang signifikan di Indonesia sepanjang tahun 2026. Data terbaru mencatat adanya belasan Kejadian Luar Biasa (KLB) di berbagai wilayah.
Kepala Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis BRIN, Harimat Hendarwan, memberikan penjelasan mendalam mengenai ancaman virus ini. Pemahaman mengenai karakteristik virus menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.
Mengenal Virus Penyebab Campak
Campak disebabkan oleh measles virus yang termasuk dalam genus Morbillivirus dari famili Paramyxoviridae. Virus ini merupakan jenis RNA beruntai tunggal yang sangat infeksius bagi manusia.
Secara historis, virus ini diyakini sebagai evolusi dari penyakit Rinderpest pada sapi. Lompatan spesies ke manusia diperkirakan terjadi pada abad ke-6 SM seiring interaksi manusia dengan ternak.
Cara Penularan yang Sangat Cepat
Campak dikenal sebagai salah satu penyakit virus paling menular di dunia. Penularannya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan hidung atau tenggorokan penderita.
Beberapa jalur penyebaran virus meliputi:
- Percikan pernapasan saat penderita batuk.
- Paparan udara saat penderita bersin.
- Berada dalam satu ruangan yang sama dengan penderita.
Individu yang belum mendapatkan vaksinasi memiliki risiko penularan yang sangat tinggi. Bahkan, hanya dengan berada di ruangan yang sama, seseorang bisa langsung terinfeksi.
Gejala Khas dan Masa Inkubasi
Penyakit ini umumnya melewati masa inkubasi selama 10 hingga 14 hari. Gejala awal sering kali menyerupai infeksi pernapasan biasa.
Berikut adalah gejala yang perlu diwaspadai:
- Demam tinggi mencapai 39-40,5 derajat Celcius pada hari ke-4.
- Batuk, pilek, dan mata merah (konjungtivitis).
- Gejala tambahan seperti diare, muntah, dan sakit tenggorokan.
- Munculnya ruam morbiliform dari wajah hingga menyebar ke seluruh tubuh.
Tanda paling khas dari penyakit ini adalah munculnya "bintik koplik" atau koplik spot. Bintik ini berbentuk lesi papula kecil berwarna biru keputihan berukuran 2-3 mm yang muncul di mukosa mulut.
Tabel Perbandingan Gejala Campak
| Fase Gejala | Karakteristik Utama |
|---|---|
| Inkubasi | 10-14 hari (tanpa gejala) |
| Awal | Demam, batuk, pilek, mata merah |
| Khas | Munculnya bintik koplik (2 hari sebelum ruam) |
| Puncak | Ruam tersebar dari wajah hingga kaki (3-7 hari) |
Situasi Kasus di Indonesia
Data Kementerian Kesehatan mencatat situasi yang cukup menyorot perhatian hingga minggu ke-7 tahun 2026. Tercatat ada 8.224 kasus suspek dengan 572 kasus yang terkonfirmasi laboratorium.
Angka kematian akibat campak juga menjadi catatan serius dengan 4 kasus kematian (CFR 0,05%). Selain itu, tercatat 21 KLB suspek dan 13 KLB terkonfirmasi yang tersebar di 17 kabupaten/kota di 11 provinsi.
Kesimpulannya, campak tetap menjadi ancaman kesehatan serius yang membutuhkan kewaspadaan ekstra. Vaksinasi menjadi benteng utama untuk mencegah penularan lebih lanjut di tengah masyarakat.