Jakarta, CNBC Indonesia—Transformasi digital yang masif di Indonesia menuntut kesiapan infrastruktur keamanan yang lebih tangguh. Tech & Telco Forum 2026 hadir mengupas tuntas tantangan ini dengan tema "Building a Safer Digital Nation: From Connectivity to Cyber Resilience".
Risiko Siber dan Interdependensi Infrastruktur Vital
Megi Paramitha Putra, Ketua Tim Pengukuran Keamanan Siber D41 BSSN, menyoroti risiko siber pada layanan publik saat ini. Pemetaan BSSN yang merujuk pada PP No.82/2022 menunjukkan adanya interdependensi antar sektor yang sangat erat.
Infrastruktur informasi vital seperti sektor pemerintahan, keuangan, energi, pertahanan, hingga kesehatan saling terhubung satu sama lain. Gangguan pada satu sistem saja berpotensi memicu efek domino yang melumpuhkan sektor lainnya di skala nasional.
Langkah Strategis Memperkuat Keamanan Siber
Untuk menghadapi tantangan tersebut, BSSN kini melakukan langkah komprehensif mulai dari identifikasi hingga strategi penanganan insiden. Hal ini dilakukan guna memastikan kedaulatan data dan keamanan sandi negara tetap terjaga di tengah ancaman siber yang kian kompleks.
Selain peran pemerintah, sektor industri perbankan juga turut memperkuat pertahanan mereka. Chief Information Security Officer BNI, Kirby Chong, memaparkan penerapan 5 pilar keamanan siber yang krusial bagi institusi keuangan.
5 Pilar Keamanan Siber BNI
Berikut adalah 5 pilar utama yang diterapkan BNI dalam memperkuat ketahanan siber:
- Identifikasi: Mengenali aset kritis dan potensi ancaman yang ada.
- Perlindungan: Menerapkan kontrol keamanan untuk meminimalisir risiko serangan.
- Deteksi: Melakukan pemantauan aktif guna menemukan anomali sesegera mungkin.
- Response: Menyiapkan strategi penanganan saat terjadi insiden keamanan.
- Pemulihan: Memastikan sistem dapat kembali berjalan normal pasca gangguan.
Perbandingan Strategi Keamanan Siber
Dalam menjaga ketahanan siber, setiap organisasi memiliki fokus yang berbeda berdasarkan kebutuhan infrastruktur mereka. Berikut adalah ringkasan perbandingan fokus keamanan berdasarkan dialog di forum tersebut:
| Fokus Sektor | Pendekatan Utama | Prioritas Utama |
|---|---|---|
| Pemerintah (BSSN) | Regulasi & Pemetaan | Menjaga stabilitas antar sektor vital |
| Perbankan (BNI) | 5 Pilar Keamanan | Perlindungan aset nasabah & sistem |
| Teknologi & Data | Program Cybersecurity | Ketahanan pusat data & infrastruktur |
Menuju Masa Depan Digital yang Aman
Diskusi mendalam mengenai keamanan siber ini melibatkan berbagai ahli di bidangnya. Shafinaz Nachiar memandu dialog bersama Lanre Rotimi dari Uptime Institute, Akhmad Rezha dari Sangfor Technologies, Megi Paramitha Putra dari BSSN, dan Kirby Chong dari BNI.
Seluruh pakar sepakat bahwa kolaborasi antar sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman siber pada tahun 2026 dan seterusnya. Sinergi antara kebijakan pemerintah dan implementasi teknologi di industri menjadi pondasi mutlak untuk mendukung transformasi digital nasional yang aman.