Dedikasi Petugas Haji di Tengah Hiruk Pikuk Terminal
Iswan Brandes dan timnya mengabdikan diri di Terminal Syib Amir, Makkah, sebagai garda terdepan layanan transportasi jemaah. Meski hanya berjarak 850 meter dari Ka’bah, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di terminal untuk melayani ribuan jemaah.
Keseharian mereka diwarnai deru mesin bus, paparan asap kendaraan, serta cuaca terik yang menyengat. Mereka bekerja 24 jam nonstop untuk memastikan mobilitas jemaah haji Indonesia berjalan lancar menuju Masjidilharam.
Peran Vital Bus Shalawat bagi Jemaah Haji
Bus Shalawat menjadi moda transportasi utama yang disediakan gratis bagi jemaah selama 24 jam. Layanan ini menghubungkan hotel pemondokan dengan tiga titik terminal utama di sekitar Masjidilharam.
Berikut adalah daftar terminal yang melayani bus shalawat untuk jemaah haji Indonesia:
| Nama Terminal | Lokasi Strategis |
|---|---|
| Terminal Syib Amir | Sisi timur laut Masjidilharam |
| Terminal Ajiyad | Sisi selatan Masjidilharam |
| Terminal Jabal Ka’bah | Sisi barat Masjidilharam |
Cara Kerja Layanan Transportasi 2026
- Jemaah dijemput dari hotel menuju terminal yang telah ditentukan sesuai wilayah pemondokan.
- Petugas di terminal mengatur alur kedatangan dan kepulangan bus secara ketat.
- Jemaah berjalan kaki dari terminal menuju pelataran Masjidilharam untuk beribadah.
- Petugas memberikan bantuan khusus, terutama bagi jemaah lanjut usia (lansia) yang kelelahan.
Tantangan dan Pengabdian di Lapangan
Kesibukan di terminal saat ini baru mencapai 10% dari total jemaah yang akan tiba di Makkah. Puncak kepadatan diprediksi akan terjadi saat 100.000 jemaah Indonesia mulai memadati akses menuju masjid.
Petugas seringkali menghadapi kondisi sulit, mulai dari kelelahan fisik hingga menghadapi jemaah yang emosional. Namun, bagi Iswan Brandes, melayani jemaah, khususnya lansia asal Sulawesi, adalah sebuah doa yang diijabah.
Tips Menghadapi Kepadatan di Terminal
- Selalu ikuti arahan petugas haji yang berjaga di pos terminal.
- Pastikan mengingat lokasi terminal keberangkatan agar tidak salah naik bus.
- Jaga kondisi fisik dan bawa bekal air minum selama perjalanan menuju Masjidilharam.
- Bersabarlah saat menunggu bus, terutama pada waktu-waktu salat wajib.
Kesimpulan
Perjuangan petugas haji seperti Iswan Brandes menjadi bukti nyata dedikasi melayani tamu Allah di tanah suci. Meskipun harus menahan rindu beribadah di dalam Masjidilharam, pengabdian mereka memastikan ribuan jemaah dapat menunaikan ibadah dengan tenang dan lancar.