Rupiah Tertekan ke Rp17.035 per Dolar AS, Sentimen Geopolitik Jadi Pemicu

Analisis Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Hari Ini

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau mengalami tekanan cukup signifikan pada perdagangan hari ini, Senin (6/4/2026). Mata uang Garuda ditutup melemah 0,34% ke level Rp17.035 per dolar AS di pasar spot.

Kondisi ini sejalan dengan proyeksi awal yang memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif di rentang Rp17.000 hingga Rp17.040. Sepanjang hari, rupiah memang belum mampu beranjak dari zona merah dan terus tertekan oleh penguatan indeks dolar AS.

Faktor Pendorong Pelemahan Rupiah

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa penguatan greenback dipicu oleh situasi geopolitik global. Sikap Donald Trump yang menyatakan militer AS akan menggempur target energi dan minyak Iran menjadi sentimen utama yang menopang dolar AS.

Pernyataan ini merupakan pembalikan dari komentar sebelumnya terkait kemungkinan AS meninggalkan Iran tanpa perjanjian formal. Ketegangan yang kembali memanas ini memicu investor beralih ke aset aman atau safe haven, yang dalam hal ini adalah dolar AS.

Dampak Defisit APBN 2026

Dari sisi domestik, pelaku pasar saat ini sedang mencermati proyeksi pelebaran defisit APBN 2026. Pemerintah memperkirakan defisit berpotensi membengkak hingga 2,9% terhadap PDB dari target awal 2,68%.

Kenaikan ini terjadi akibat harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang berpotensi bertahan di level US$100 per barel. Berikut adalah rincian dampak kenaikan harga minyak terhadap kondisi fiskal nasional:

  • Setiap kenaikan harga minyak US$1 per barel berisiko menambah beban defisit sebesar Rp6 triliun.
  • Pemerintah menyiapkan tambahan anggaran subsidi energi hingga Rp100 triliun sebagai bantalan ekonomi.
  • Langkah ini diambil agar harga BBM domestik tetap terjaga dan tidak mengalami kenaikan bagi masyarakat.
Baca Juga  Panduan Lengkap Imsakiyah Ramadan Jakarta 1447 H: Jadwal, Hukum Makan Saat Imsak, dan Tips Puasa Optimal

Langkah Strategis Pemerintah Menghadapi Tekanan

Pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi untuk menjaga stabilitas fiskal di tengah tantangan harga minyak yang tinggi. Berikut adalah langkah-langkah yang akan ditempuh:

  1. Melakukan penghematan belanja kementerian dan lembaga hingga tiga tahap.
  2. Memanfaatkan saldo anggaran lebih (SAL) secara optimal untuk menambal defisit APBN.
  3. Memperketat pengawasan penggunaan anggaran agar tetap efisien sepanjang tahun 2026.

Tabel Perbandingan Kondisi Rupiah

Berikut adalah perbandingan posisi nilai tukar rupiah pada beberapa periode waktu perdagangan:

Waktu Pengamatan Perubahan Nilai Level per Dolar AS
Akhir Pekan (2/4/2026) Melemah 0,15% Rp17.008
Pagi (10:17 WIB) Melemah 0,32% Rp17.035
Siang (12:53 WIB) Melemah 0,30% Rp17.029
Penutupan (15:09 WIB) Melemah 0,34% Rp17.035

Kesimpulan

Secara keseluruhan, pelemahan rupiah pada hari ini didominasi oleh kombinasi faktor eksternal dan kekhawatiran fiskal dalam negeri. Meskipun pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi melalui penghematan anggaran, ketegangan geopolitik global tetap menjadi penentu utama pergerakan dolar AS. Pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap fluktuasi nilai tukar yang masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

Agoy Safutra adalah jurnalis di selfd.id yang fokus menyajikan berita faktual dan informasi aktual. aktif menulis isu publik, teknologi, dan perkembangan terkini dengan pendekatan informatif.