Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau bergerak stagnan pada penutupan perdagangan Kamis, 9 April 2026. Mata uang Garuda mengakhiri hari di level Rp17.087 per dolar AS.
Dinamika Rupiah dan Sentimen Global
Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini dipengaruhi oleh berbagai sentimen internasional yang cukup menekan pasar keuangan. Kondisi ini mencerminkan tren terbaru di mana mata uang Asia lainnya juga mengalami fluktuasi terhadap dolar AS.
Pengaruh Gencatan Senjata Iran-AS
Sentimen utama yang memengaruhi pasar saat ini adalah keputusan Presiden AS Donald Trump terkait konflik dengan Iran. Trump menyetujui gencatan senjata selama dua minggu setelah AS merasa tujuan militer utamanya tercapai.
Gencatan senjata ini ditengahi oleh Pakistan dan menjadi fokus utama investor di seluruh dunia. Kesepakatan tersebut mencakup jaminan keamanan bagi Selat Hormus, yang merupakan jalur vital bagi 20% pasokan minyak global.
Kinerja Pendapatan Negara 2026
Di tengah tekanan global, ekonomi domestik menunjukkan performa yang cukup solid melalui realisasi pendapatan negara. Hingga 31 Maret 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp574,9 triliun.
Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 10,5% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Realisasi ini setara dengan 18,2% dari target APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp3,15 kuadriliun.
Perbandingan Pergerakan Mata Uang Asia
Pada perdagangan hari ini, pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi dengan kecenderungan melemah terhadap dolar AS. Berikut adalah ringkasan perbandingan performa mata uang di Asia pada penutupan perdagangan 9 April 2026:
| Mata Uang | Perubahan Terhadap Dolar AS |
|---|---|
| Rupiah | Stagnan (Rp17.087) |
| Yen Jepang | Melemah 0,30% |
| Yuan China | Turun 0,13% |
| Dolar Singapura | Melemah 0,13% |
| Won Korea Selatan | Turun 0,16% |
Catatan Perdagangan Harian
Pergerakan rupiah hari ini cukup dinamis sejak pembukaan hingga penutupan pasar. Berikut adalah rangkuman perjalanan nilai tukar mata uang Garuda sepanjang hari:
- Sesi Pembukaan: Rupiah dibuka melemah 44 poin atau 0,26% ke level Rp17.056 per dolar AS.
- Sesi Siang: Mata uang rupiah mengalami depresiasi lebih dalam sebesar 0,74% ke level Rp17.065 per dolar AS.
- Sesi Penutupan: Rupiah akhirnya ditutup stagnan di level Rp17.087 per dolar AS.
Realisasi penerimaan pajak yang kuat pada triwulan I/2026 menjadi penopang stabilitas domestik di tengah sentimen global. Secara total, penerimaan perpajakan mencapai Rp462,7 triliun, tumbuh 14,3% yoy, yang mencakup pajak, kepabeanan, dan cukai.
Kesimpulannya, meski sempat mengalami depresiasi di awal sesi, rupiah berhasil bertahan di posisi stagnan pada penutupan perdagangan hari ini. Investor tetap memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah sebagai faktor utama penentu arah pasar ke depan.