Perombakan Besar di Hutama Karya: Denny Abdi Gantikan Yudo Margono Sebagai Komisaris Utama, Sugeng Rochadi Duduki Posisi Wakil Direktur Utama

Jakarta, CNN Indonesia – PT Hutama Karya (Persero), salah satu perusahaan konstruksi dan infrastruktur terkemuka di Indonesia, baru saja mengumumkan perombakan signifikan dalam jajaran Dewan Direksi dan Komisarisnya. Keputusan ini menandai babak baru bagi perusahaan yang tengah fokus pada pembangunan infrastruktur strategis nasional, termasuk jalan tol Trans-Sumatera. Perubahan ini tidak hanya menyasar posisi Komisaris Utama yang sebelumnya dijabat oleh mantan Panglima TNI, Yudo Margono, tetapi juga posisi Wakil Direktur Utama yang sebelumnya diemban oleh Moeharmein Zein Chaniago.

Pengangkatan Yudo Margono sebagai Komisaris Utama Hutama Karya pada Januari 2024 lalu sempat menjadi sorotan. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan arahan strategis dan memperkuat tata kelola perusahaan. Namun, belum genap setahun menjabat, Yudo Margono harus menyerahkan posisinya kepada Denny Abdi, seorang tokoh yang dikenal memiliki pengalaman luas di bidang korporasi dan investasi.

Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menjelaskan bahwa perombakan ini merupakan keputusan pemegang saham yang tertuang dalam Surat Keputusan Para Pemegang Saham Nomor 126/2026 dan SK.054/DI-DAM/DO/2026 tertanggal 13 Februari 2026. Tanggal yang tertera dalam surat keputusan tersebut mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki visi jangka panjang dan perencanaan strategis yang matang untuk menghadapi tantangan di masa depan.

"Memberhentikan dengan hormat Saudara Yudo Margono sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Perusahaan Perseroan (Persero) PT Hutama Karya," demikian bunyi pengumuman resmi manajemen Hutama Karya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 18 Februari 2026. Pengumuman ini sekaligus mengkonfirmasi pergantian kepemimpinan di level komisaris utama.

Denny Abdi, yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama, juga merangkap sebagai Komisaris Independen Hutama Karya. Penunjukan ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk menjaga independensi dan profesionalisme dalam pengambilan keputusan. Selain Denny Abdi, pemegang saham juga menunjuk Mukri sebagai Komisaris. Kehadiran Mukri diharapkan dapat memberikan perspektif baru dan memperkaya pengalaman Dewan Komisaris dalam mengawasi kinerja perusahaan.

Baca Juga  Denyut Ekonomi Tanah Abang Meningkat: Persiapan Meriah Sambut Ramadan

Perubahan tidak hanya terjadi di jajaran komisaris. Jajaran direksi juga mengalami perombakan melalui Surat Keputusan Para Pemegang Saham Nomor 124/2026 dan Nomor SK.053/DI-DAM/DO/2026. Moeharmein Zein Chaniago diberhentikan dari jabatannya sebagai Wakil Direktur Utama dan digantikan oleh Sugeng Rochadi. Pergantian ini diyakini akan membawa energi baru dan memperkuat tim manajemen dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di industri konstruksi.

"Mengukuhkan pemberhentian dengan hormat Saudara Moeharmein Zein Chaniago sebagai Wakil Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Hutama Karya," tulis manajemen dalam pengumuman resminya. Ucapan terima kasih dan penghargaan atas dedikasi Moeharmein Zein Chaniago selama menjabat sebagai Wakil Direktur Utama juga disampaikan oleh manajemen Hutama Karya.

Berikut adalah susunan lengkap Komisaris dan Direksi Hutama Karya terbaru:

Komisaris

  • Komisaris Utama: Denny Abdi
  • Komisaris: Essy Asiah
  • Komisaris: Andus Winarno
  • Komisaris: Mukri
  • Komisaris Independen: R. Wahyu Muryadi
  • Komisaris Independen: Mudanto Hatta
  • Komisaris Independen: Siti Jamaliah Lubis

Direksi

  • Direktur Utama: Koentjoro
  • Wakil Direktur Utama: Sugeng Rochadi
  • Direktur Keuangan: Eka Setya Adrianto
  • Direktur Operasi I: Gunadi
  • Direktur Operasi II: Mardiansyah
  • Direktur Operasi III: Iwan Hermawan
  • Direktur Human Capital & Legal: Muhammad Fauzan
  • Direktur Manajemen Risiko: Fatma Dewi Setyowati

Susunan komisaris dan direksi yang baru ini diharapkan dapat membawa angin segar bagi Hutama Karya. Kombinasi antara pengalaman, keahlian, dan perspektif yang beragam diyakini akan memperkuat perusahaan dalam mencapai visi dan misinya.

Tantangan dan Harapan di Masa Depan

Perombakan jajaran manajemen di Hutama Karya terjadi di tengah momentum penting bagi perusahaan. Sebagai salah satu BUMN yang fokus pada pembangunan infrastruktur, Hutama Karya memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Proyek-proyek besar seperti jalan tol Trans-Sumatera menjadi prioritas utama yang membutuhkan pengelolaan yang efektif dan efisien.

Baca Juga  Sinergi KopDes Merah Putih dan Pedagang Kaki Lima: Upaya Menumbuhkan Ekonomi Lokal yang Berkeadilan

Dengan kepemimpinan yang baru, Hutama Karya diharapkan dapat menghadapi berbagai tantangan yang ada, termasuk masalah pendanaan, pembebasan lahan, dan persaingan yang semakin ketat di industri konstruksi. Selain itu, perusahaan juga perlu terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan untuk memenuhi harapan pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya.

Penunjukan Denny Abdi sebagai Komisaris Utama dan Sugeng Rochadi sebagai Wakil Direktur Utama diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Hutama Karya. Denny Abdi dikenal sebagai sosok yang memiliki jaringan luas dan pengalaman yang mendalam di bidang investasi. Sementara itu, Sugeng Rochadi memiliki rekam jejak yang solid di bidang konstruksi dan manajemen proyek.

Ke depan, Hutama Karya diharapkan dapat terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia dan menjadi perusahaan konstruksi yang berdaya saing global. Dengan dukungan dari pemerintah, pemegang saham, dan seluruh karyawan, Hutama Karya memiliki potensi besar untuk meraih kesuksesan di masa depan.

Perombakan ini juga menjadi sinyal bagi para investor dan pelaku pasar bahwa Hutama Karya berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja dan tata kelola perusahaan. Dengan manajemen yang solid dan strategi yang tepat, Hutama Karya diyakini akan menjadi pemain kunci dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Agoy Safutra adalah jurnalis di selfd.id yang fokus menyajikan berita faktual dan informasi aktual. aktif menulis isu publik, teknologi, dan perkembangan terkini dengan pendekatan informatif.