Perusahaan teknologi raksasa asal Finlandia, Nokia, secara resmi mengumumkan langkah restrukturisasi besar-besaran yang mencakup pemutusan hubungan kerja (PHK). Keputusan ini diambil sebagai strategi efisiensi di tengah kondisi pasar yang dinamis saat ini.
Mengapa Nokia Melakukan Restrukturisasi?
Langkah pahit ini diambil perusahaan untuk merespons perubahan fokus bisnis global. Nokia berupaya menekan biaya operasional agar tetap kompetitif di industri jaringan dunia.
Salah satu pemicu utama restrukturisasi adalah dampak penggabungan unit bisnis Cloud and Network Services (CNS) dengan Mobile Networks (MN) pada tahun 2023. Penggabungan tersebut diduga menciptakan tumpang tindih peran, sehingga perusahaan kini harus memangkas struktur organisasi yang dinilai terlalu gemuk.
Selain itu, Nokia menghadapi tantangan performa keuangan di pasar regional. Sebagai contoh, Nokia India mencatat penurunan penjualan bersih sebesar 15 persen pada kuartal IV 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Rincian Dampak PHK Global dan Regional
Nokia saat ini mempekerjakan sekitar 74.000 orang di seluruh dunia. Pemangkasan sebesar 20 persen tenaga kerja ini berdampak pada kurang lebih 14.000 posisi secara global.
Dampak kebijakan ini juga dirasakan oleh operasional perusahaan di India yang memiliki 17.000 karyawan. Berdasarkan proporsi yang sama, sekitar 3.400 posisi di India berpotensi terdampak oleh restrukturisasi ini.
Berikut adalah ringkasan data restrukturisasi Nokia tahun 2026:
| Kategori | Data |
|---|---|
| Total PHK Global | +/- 14.000 Karyawan |
| Persentase PHK | 20% dari total tenaga kerja |
| Dampak di India | +/- 3.400 Karyawan |
| Penurunan Penjualan | 15% (Q4 2025 vs Q4 2024) |
| Tanggal Efektif | 1 April 2026 |
Perubahan Pimpinan dan Penataan Organisasi
Seiring dengan langkah efisiensi ini, Nokia juga melakukan perombakan besar di jajaran pimpinan. Tarun Chhabra, yang menjabat sebagai India Country Head dan Senior Vice President of Mobile Networks, dikabarkan telah keluar dari perusahaan.
Untuk mengisi kekosongan tersebut, perusahaan telah menunjuk pemimpin baru yang akan mulai bertugas efektif pada 1 April 2026:
- Samar Mittal ditunjuk sebagai India Country Business Leader untuk mengawasi portofolio pelanggan.
- Vibha Mehra dipercaya sebagai India Country Manager yang fokus pada hubungan pemerintah dan komunikasi.
Masa Depan Nokia Pasca-Restrukturisasi
Langkah restrukturisasi ini menjadi strategi wajib bagi Nokia untuk tetap relevan. Perusahaan berharap penyesuaian ini dapat memperkuat fundamental bisnis dalam jangka panjang.
Beberapa poin utama dari langkah ini mencakup:
- Penyederhanaan struktur organisasi yang efisien.
- Fokus pada perbaikan kinerja keuangan di pasar yang melemah.
- Penataan ulang kepemimpinan strategis di tingkat negara.
Secara keseluruhan, Nokia sedang berada dalam fase penyesuaian besar untuk menciptakan organisasi yang lebih ramping. Meski berat bagi karyawan terdampak, kebijakan ini merupakan upaya perusahaan untuk mengamankan daya saing di industri jaringan global.