Monyet di Gibraltar Makan Tanah, Ada Apa dengan Kebiasaan Aneh Ini?

Fenomena unik terjadi pada populasi kera Barbary macaque di kawasan Batu Gibraltar. Para monyet ini terpantau sering memakan tanah setelah mengonsumsi makanan cepat saji atau junk food yang berasal dari wisatawan.

Apa Itu Geofagi pada Monyet?

Geofagi adalah perilaku mengonsumsi tanah atau material sejenis tanah yang dilakukan oleh hewan. Fenomena ini ditemukan pada kelompok monyet di Gibraltar yang jumlahnya mencapai sekitar 230 ekor.

Para peneliti menemukan korelasi kuat antara asupan makanan manusia dengan frekuensi geofagi. Monyet yang sering berinteraksi dengan turis terbukti lebih aktif memakan tanah, terutama saat musim liburan tiba.

Mengapa Monyet Mengonsumsi Tanah?

Ahli ekologi perilaku primata dari University of Cambridge, Sylvain Lemoine, memberikan penjelasan ilmiah terkait tren terbaru di tahun 2026 ini. Konsumsi junk food seperti cokelat, keripik, hingga es krim diduga mengganggu mikrobioma usus monyet.

Tanah dipercaya berfungsi sebagai agen penyeimbang alami bagi sistem pencernaan mereka. Berikut adalah alasan mengapa tanah dianggap memberikan perlindungan bagi monyet:

  • Bakteri dalam tanah membantu memulihkan keseimbangan mikrobioma usus yang rusak.
  • Kandungan mineral dalam tanah berfungsi menetralkan efek negatif dari makanan olahan manusia.
  • Tanah dianggap sebagai bentuk detoksifikasi alami bagi primata yang terpapar pola makan tidak sehat.

Dampak Makanan Wisatawan terhadap Primata

Banyaknya turis yang memberikan camilan manusia membuat pola makan alami monyet bergeser drastis. Hampir seperlima dari asupan harian kera di Gibraltar saat ini berasal dari makanan manusia.

Berikut adalah beberapa jenis makanan yang kerap dikonsumsi monyet dari tangan wisatawan:

  • Camilan: Keripik, kacang asin, dan biskuit.
  • Makanan Manis: Cokelat batangan, M&M’s, hingga berbagai jenis es krim.
  • Minuman: Jus jeruk dan minuman bersoda.
Baca Juga  Harga Fiber Optik Naik 17%: Dampak Ketegangan Global di 2026

Risiko dan Bahaya Kesehatan

Meskipun geofagi dianggap sebagai mekanisme adaptasi, perilaku ini tidak sepenuhnya aman bagi kelangsungan hidup monyet. Tanah yang mereka konsumsi berpotensi mengandung polutan berbahaya.

Tabel berikut merangkum perbandingan antara perilaku makan alami dan dampak junk food pada monyet:

Aspek Makan Alami (Buah/Biji) Makan Junk Food (Turis)
Dampak Usus Mikrobioma sehat Gangguan mikrobioma
Kebutuhan Tanah Rendah Tinggi (Geofagi)
Kesehatan Umum Optimal Berisiko terpapar polusi

Risiko terbesar muncul karena monyet cenderung mengambil tanah di dekat jalan raya yang padat kendaraan. Paparan polusi dari asap kendaraan bermesin non-listrik menjadi perhatian serius para peneliti.

Solusi untuk Masa Depan

Para pakar primatologi, termasuk Paula Pebsworth dari University of Texas, menekankan bahwa solusi utama bukanlah membiarkan monyet memakan tanah. Pengelolaan habitat yang lebih ketat menjadi kunci utama.

Langkah-langkah yang perlu diperhatikan wisatawan untuk melindungi monyet:

  1. Berhenti memberikan makanan manusia kepada primata liar di kawasan wisata.
  2. Menghormati aturan otoritas setempat terkait interaksi dengan satwa.
  3. Membuang sampah makanan pada tempatnya agar tidak terjangkau oleh monyet.

Secara keseluruhan, geofagi merupakan mekanisme pertahanan diri monyet akibat pola makan yang tidak sehat. Penghentian pemberian makanan manusia tetap menjadi langkah paling efektif untuk menjaga kesehatan populasi monyet di Gibraltar.

Tamara Melinda Putri adalah penulis berita di selfd.id yang mengutamakan kejelasan dan akurasi informasi. aktif menyusun konten edukasi dan panduan berbasis data.