Misteri Jatuhnya China Eastern MU5735: Bukti Baru Sakelar Bahan Bakar

Penyelidikan atas tragedi jatuhnya pesawat Boeing 737-800 milik China Eastern Airlines penerbangan MU5735 kembali mencuat. Data terbaru yang dianalisis oleh Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) memberikan perspektif baru mengenai penyebab kecelakaan yang menewaskan 132 orang pada Maret 2022 tersebut.

Temuan Baru pada Perekam Data Penerbangan

Data yang baru dirilis ke publik menunjukkan adanya pergerakan tidak wajar pada sistem kendali pesawat sebelum jatuh. NTSB menemukan bahwa sakelar bahan bakar pada kedua mesin pesawat dipindahkan secara manual ke posisi "mati" (cutoff) saat pesawat berada di ketinggian 29.000 kaki.

Dalam operasional Boeing 737, tindakan mematikan sakelar bahan bakar bukanlah prosedur rutin. Pilot harus melakukan upaya fisik khusus, yakni menarik tuas ke atas sebelum bisa memindahkannya ke posisi mati. Hal ini mengindikasikan bahwa tindakan tersebut dilakukan secara sadar dan disengaja.

Mengapa Temuan Ini Krusial?

Hingga saat ini, kecelakaan tersebut tercatat sebagai bencana udara paling mematikan di China dalam beberapa dekade terakhir. Analisis dari flight data recorder (FDR) memberikan gambaran teknis yang sulit dijelaskan sebagai kerusakan mekanis biasa.

Berikut adalah poin utama dari temuan teknis NTSB:

  • Pemutusan Manual: Sakelar bahan bakar kedua mesin dipindahkan ke posisi mati secara bersamaan.
  • Tanpa Upaya Pemulihan: Tidak ada indikasi sakelar dikembalikan ke posisi nyala, yang biasanya akan dilakukan pilot jika terjadi kesalahan teknis.
  • Perubahan Kecepatan: Kecepatan mesin menurun drastis tepat setelah sakelar dipindahkan.
  • Kegagalan Generator: Perekam data berhenti berfungsi saat pesawat berada di ketinggian 26.000 kaki karena hilangnya daya.
Baca Juga  Tren HP dengan Keyboard Fisik Kembali Hits di 2026, Mengapa?

Perbandingan Analisis Investigasi

Para ahli penerbangan terus meninjau temuan ini untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di kokpit. Berikut adalah perbandingan antara potensi kegagalan mekanis dengan indikasi intervensi manusia:

Aspek Kegagalan Mekanis Intervensi Manusia (Manual)
Sakelar Bahan Bakar Sangat jarang terjadi bersamaan Sangat mungkin terjadi disengaja
Upaya Restart Pilot akan mencoba menyalakan ulang Tidak ada upaya menyalakan mesin
Kendali Pesawat Sistem cenderung tidak stabil Pesawat bergerak sesuai perintah kendali

Spekulasi dan Langkah Investigasi Selanjutnya

Hingga tahun 2026 ini, Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) belum mengeluarkan laporan akhir yang konklusif. Spekulasi mengenai kesengajaan atau "tindakan manusia" di kokpit sering muncul namun kerap dibantah oleh pihak berwenang China.

Beberapa poin penting mengenai spekulasi yang berkembang:

  • Tindakan di Kokpit: Laporan sebelumnya mengindikasikan adanya perintah manual pada sistem kendali yang membuat pesawat menukik tajam.
  • Otoritas Penerbangan: CAAC menegaskan bahwa seluruh awak pesawat memiliki lisensi sah dan kondisi kesehatan yang prima sebelum terbang.
  • Keterbatasan Data: NTSB tidak menyimpan salinan audio dari perekam suara kokpit (CVR), sehingga investigasi sepenuhnya bergantung pada koordinasi dengan otoritas China.

Kesimpulan

Temuan NTSB mengenai sakelar bahan bakar menjadi bukti teknis yang signifikan dalam membedah misteri penerbangan MU5735. Meskipun belum bisa membuktikan motif atau niat seseorang, data ini mempersempit kemungkinan penyebab kecelakaan ke arah tindakan manual di kokpit. Dunia penerbangan global masih menanti laporan akhir yang transparan untuk mencegah insiden serupa di masa depan.

Aulia Rahma adalah reporter selfd.id yang aktif meliput berita lokal dan isu masyarakat. berpengalaman menyusun laporan berbasis fakta dan informasi lapangan.