Mexico City Terus Tenggelam, Satelit NASA Ungkap Fakta Mengerikan

Ancaman Penurunan Tanah di Mexico City Tahun 2026

Mexico City saat ini sedang mengalami kondisi penurunan tanah yang sangat mengkhawatirkan. Fenomena ini bahkan terpantau jelas melalui sistem radar canggih dari luar angkasa.

Data terbaru menunjukkan tingkat penurunan tanah mencapai lebih dari 1,27 cm per bulan. Hal ini menjadikan Mexico City sebagai salah satu ibu kota dengan laju penurunan tanah tercepat di dunia.

Penyebab Utama Amblesnya Tanah di Mexico City

Kota besar ini berdiri di atas danau dataran tinggi dan memiliki cadangan akuifer kuno di bawahnya. Sebanyak 60% kebutuhan air bagi 22 juta penduduk kota ini bergantung pada akuifer tersebut.

Ekstraksi air yang berlebihan menyebabkan tanah di atasnya kehilangan daya topang dan perlahan ambles. Selain itu, pembangunan infrastruktur kota yang masif menambah beban berat di atas lapisan tanah liat yang lunak.

Berikut adalah tabel perbandingan dampak penurunan tanah yang terjadi:

Lokasi Terdampak Kondisi Fisik
Bandara Internasional Benito Juarez Mengalami penurunan signifikan
Monumen Angel of Independence Membutuhkan penambahan 14 anak tangga
Sistem Kereta Api Mengalami kerusakan struktur
Jalan Raya dan Bangunan Mengalami keretakan dan kemiringan

Peran Satelit NISAR dalam Memantau Bencana

Satelit NISAR, proyek kolaborasi antara NASA dan ISRO, memberikan detail terbaru mengenai kondisi kota ini. Satelit ini memiliki kemampuan melacak pergerakan halus di permukaan bumi dengan akurasi sangat tinggi.

Pemetaan dilakukan selama periode Oktober 2025 hingga Januari 2026. Hasilnya, beberapa titik di kota ini tenggelam hingga 2 cm per bulan atau mencapai 24 cm per tahun.

Baca Juga  Jadwal Playoff MPL ID S17: Kembali ke Jakarta International Velodrome

Risiko dan Upaya Mitigasi di Masa Depan

Penurunan tanah ini memicu berbagai masalah serius bagi infrastruktur perkotaan. Bangunan menjadi miring dan sistem transportasi publik menghadapi ancaman kerusakan yang terus berlanjut.

Pemerintah dan peneliti kini memantau area rawan menggunakan data satelit untuk langkah antisipasi. Beberapa catatan penting terkait situasi ini adalah:

  • Penurunan tanah pertama kali tercatat pada tahun 1920-an.
  • Krisis air semakin parah akibat ekstraksi akuifer yang tidak terkendali.
  • Data satelit digunakan untuk memetakan risiko bencana alam lainnya seperti letusan gunung berapi.
  • Teknologi radar mampu mendeteksi pergeseran gletser dan pertumbuhan tanaman secara mendetail.

Kesimpulannya, Mexico City menghadapi tantangan struktural yang besar akibat penurunan tanah yang terus berlangsung. Penggunaan teknologi satelit seperti NISAR menjadi kunci utama dalam memantau pergerakan tanah demi keselamatan penduduk di masa depan.

Aulia Rahma adalah reporter selfd.id yang aktif meliput berita lokal dan isu masyarakat. berpengalaman menyusun laporan berbasis fakta dan informasi lapangan.