Meta Gunakan AI Analisis Struktur Tulang untuk Deteksi Usia Anak

Meta kini meluncurkan teknologi kecerdasan buatan (AI) terbaru untuk menyaring pengguna di bawah usia 13 tahun. Langkah ini diterapkan pada platform Facebook dan Instagram sebagai bagian dari upaya peningkatan keamanan pengguna anak.

Cara Kerja AI dalam Verifikasi Usia

Sistem AI ini bekerja dengan memindai foto serta video yang diunggah pengguna ke platform. AI akan mencari isyarat visual seperti tinggi badan dan struktur tulang untuk mengestimasi usia pemilik akun.

Selain analisis fisik, sistem ini juga memindai konten teks seperti komentar, bio, dan caption. Tujuannya adalah mencari petunjuk kontekstual yang mengindikasikan bahwa pemilik akun belum memenuhi syarat usia minimum.

Bukan Teknologi Pengenalan Wajah

Meta menegaskan bahwa teknologi ini berbeda dengan pengenalan wajah (facial recognition). Sistem tidak ditujukan untuk mengidentifikasi orang secara spesifik di dalam gambar yang dipindai.

Berikut adalah poin utama mengenai teknologi verifikasi usia ini:

  • Fokus Analisis: Menggunakan struktur fisik dan petunjuk visual kontekstual.
  • Tujuan Utama: Menghapus akun pengguna yang berusia di bawah 13 tahun.
  • Status Saat Ini: Baru tersedia di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, pada tahun 2026.
  • Konsekuensi: Akun yang teridentifikasi sebagai pengguna di bawah umur akan langsung dinonaktifkan.

Perbandingan Pendekatan Keamanan Meta

Meta menggunakan berbagai metode untuk menjaga keamanan anak dan remaja di platform mereka. Berikut adalah perbandingan fitur keamanan yang ada:

Fitur Keamanan Target Pengguna Mekanisme Utama
Deteksi Anak Di bawah 13 tahun Analisis struktur tulang & konteks teks
Akun Remaja Usia 13 – 18 tahun Pembatasan DM & kontrol konten ketat
Verifikasi Pihak Ketiga Umum Menggunakan layanan seperti Yoti atau k-ID
Baca Juga  Sering Kalah Main Game? Kenali Tanda Build Item Anda Harus Diubah

Buntut Denda Ratusan Juta Dolar

Kebijakan ini diambil setelah Meta dinyatakan bersalah oleh pengadilan di New Mexico. Perusahaan dituding gagal melindungi anak-anak dari predator online dan menyesatkan konsumen terkait keamanan platform.

Meta diwajibkan membayar denda sebesar USD 375 juta atau sekitar Rp 6 triliun. Putusan ini menuntut Meta untuk melakukan perubahan sistem keamanan secara menyeluruh.

Perluasan Fitur Akun Remaja

Selain memburu pengguna di bawah 13 tahun, Meta juga memperluas kategori "Akun Remaja". Fitur ini akan otomatis membatasi interaksi bagi pengguna berusia 13 hingga 18 tahun.

Berikut adalah beberapa batasan yang diterapkan pada Akun Remaja:

  • Memblokir pesan masuk (DM) dari orang yang tidak dikenal.
  • Mencegah pengguna di bawah usia 16 tahun untuk melakukan livestreaming.
  • Menerapkan kontrol konten yang lebih ketat bagi pengguna di bawah umur.

Setelah diimplementasikan di AS, aturan ini akan segera meluas ke Inggris dan Uni Eropa pada Juni mendatang. Meta juga mendesak pemerintah agar regulasi verifikasi usia diterapkan langsung pada tingkat toko aplikasi atau sistem operasi ponsel.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi permanen agar beban verifikasi tidak hanya ditanggung oleh pengembang aplikasi. Saat ini, pendekatan tersebut mulai mendapat dukungan dari Kongres AS serta beberapa negara bagian seperti California dan Colorado.

Aulia Rahma adalah reporter selfd.id yang aktif meliput berita lokal dan isu masyarakat. berpengalaman menyusun laporan berbasis fakta dan informasi lapangan.