Mengapa Ikan Sapu-Sapu Dominasi Sungai di Jakarta? Ini Penjelasan Ahli

Fenomena pemusnahan ikan sapu-sapu di sejumlah sungai di DKI Jakarta menjadi sorotan publik saat ini. Ledakan populasi ikan invasif ini dinilai telah mengganggu keseimbangan ekosistem perairan perkotaan.

Mengapa Populasi Ikan Sapu-Sapu Meledak?

Dosen Akuakultur Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga, Veryl Hasan, memberikan penjelasan ilmiah terkait fenomena ini. Ikan sapu-sapu memiliki daya tahan yang luar biasa terhadap kondisi lingkungan yang buruk atau tercemar.

Di sungai dengan kualitas air yang rusak, ikan lokal biasanya tidak mampu bertahan hidup dan mati. Sebaliknya, ikan sapu-sapu justru tetap bisa hidup dan berkembang biak dengan sangat pesat.

Ancaman bagi Ikan Lokal dan Ekosistem

Ikan sapu-sapu adalah spesies asing dari Amerika Selatan yang masuk ke perairan Indonesia tanpa memiliki predator alami. Sebagai predator oportunis, mereka memanfaatkan seluruh sumber daya yang tersedia di sungai.

Kehadiran mereka menciptakan persaingan yang sangat berat bagi ikan lokal dalam mendapatkan makanan dan ruang hidup. Akibatnya, keberadaan ikan lokal perlahan tergeser karena populasi sapu-sapu tumbuh tanpa hambatan berarti.

Perbandingan Karakteristik Ikan

Berikut adalah perbedaan mendasar antara ikan sapu-sapu dan ikan lokal di perairan tercemar:

Karakteristik Ikan Sapu-Sapu Ikan Lokal
Daya Tahan Lingkungan Sangat Tinggi Rendah
Habitat di Sungai Tercemar Sangat Dominan Cenderung Punah
Perilaku Makan Oportunis (Segala dimakan) Spesifik
Populasi di Perairan Indonesia Meledak (Tanpa predator) Menurun drastis

Langkah Penanganan dan Solusi

Untuk mengatasi masalah ini, penegakan aturan terkait larangan pelepasan ikan asing ke sungai harus dilakukan secara tegas. Pengawasan dan tindakan nyata di lapangan sangat dibutuhkan, tidak sekadar menjadi slogan.

Baca Juga  Solusi Belanja Hemat: Keuntungan Gunakan Allo Paylater di Transmart 2026

Berikut adalah beberapa langkah praktis yang disarankan oleh pakar:

  • Memperbaiki kualitas air sungai guna mendukung kehidupan ikan lokal kembali.
  • Melakukan pemberantasan manual dengan menangkap ikan sapu-sapu di perairan.
  • Memanfaatkan hasil tangkapan sebagai bahan baku tepung ikan untuk pakan ikan hias.
  • Mencegah pelepasan ikan eksotik ke alam bebas oleh masyarakat.

Jika Anda memiliki ikan eksotik dan tidak sanggup lagi merawatnya, jangan pernah membuangnya ke sungai. Sebaiknya, jual kepada penghobi yang bertanggung jawab atau lakukan pemusnahan dengan cara yang benar agar tidak merusak ekosistem sungai.

Sebagai kesimpulan, kunci utama pemulihan ekosistem sungai bukan hanya terletak pada penangkapan ikan sapu-sapu. Perbaikan habitat sungai secara menyeluruh menjadi faktor penentu agar ikan lokal dapat kembali berkembang dan menyeimbangkan ekosistem perairan kita.

Tamara Melinda Putri adalah penulis berita di selfd.id yang mengutamakan kejelasan dan akurasi informasi. aktif menyusun konten edukasi dan panduan berbasis data.