Mengapa Emosi "Senggol Bacok" Muncul Saat Puasa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Memperingati World Sleep Day 2026, Garmin mengungkap alasan ilmiah di balik emosi tidak stabil atau istilah populer "senggol bacok" selama bulan Ramadan. Banyak orang keliru menganggap fenomena ini murni akibat rasa lapar yang tertahan sepanjang hari.

Fakta Pemicu Emosi "Senggol Bacok"

Penyebab utama emosi tidak stabil saat puasa sebenarnya adalah kekacauan jam biologis tubuh atau circadian misalignment. Perubahan waktu makan memaksa tubuh melakukan proses pencernaan saat seharusnya beristirahat, menurut Sleep Coach, Vishal Dasani.

Kondisi ini berdampak buruk pada fase tidur REM (Rapid Eye Movement). Data menunjukkan proporsi tidur REM bisa anjlok drastis dari normalnya 24% menjadi hanya 10% selama bulan puasa.

Fase REM sangat krusial bagi regulasi emosi manusia sehari-hari. Jika fase ini berkurang, performa kerja menurun dan psikologis kita menjadi lebih mudah tersulut emosi atau cranky.

Bahaya Makan "Balas Dendam" bagi Otak

Kesalahan umum lainnya adalah mengonsumsi karbohidrat berlebih saat sahur yang memicu glucose spike. Lonjakan gula darah ini diikuti oleh penurunan drastis atau sugar crash yang mengganggu fungsi kognitif.

Chandrawidhi Desideriani, Marcomm Senior Manager Garmin Indonesia, menyebut fenomena ini sebagai Brain Fog. Dampaknya, otak menjadi sulit fokus dan tubuh terasa sangat berat saat kita butuh produktivitas tinggi.

Berikut adalah perbandingan dampak pola makan terhadap kualitas tidur dan fokus:

Kebiasaan Dampak pada Tubuh Efek pada Produktivitas
Makan Berlebih (Balas Dendam) Lonjakan & Penurunan Gula Darah Brain Fog & Sulit Fokus
Makan 2 Jam Sebelum Tidur Suhu Inti Tubuh Tetap Tinggi Kualitas Deep Sleep Hancur
Makan Terukur & Tepat Waktu Metabolisme Stabil Fokus & Emosi Terjaga
Baca Juga  Nubia Goda Gamer dengan Teaser Feel the Wind, HP Gaming Kipas Internal?

Untuk menjaga kualitas istirahat, hindari makan berat minimal 2 jam sebelum tidur. Suhu inti tubuh harus dalam kondisi rendah agar kita bisa masuk ke fase Deep Sleep yang restoratif.

Pantau Tidur Lebih Seru dengan Pokémon Sleep

Garmin menghadirkan solusi menyenangkan melalui watch face Pokémon Sleep terbaru di tahun 2026 ini. Anda bisa mengunduh fitur ini secara gratis melalui aplikasi Garmin Connect IQ Store di smartphone.

Karakter Pokémon pada layar jam akan berubah ekspresi sesuai tingkat energi Body Battery pengguna. Jika Anda lelah, Pokémon di layar juga akan terlihat mengantuk sebagai pengingat visual.

Fitur ini membantu pengguna lebih peduli terhadap waktu istirahat secara interaktif. Watch face ini kompatibel dengan perangkat Garmin seri fēnix, Forerunner, Venu, dan vívoactive.

Fitur Unggulan Pokémon Watch Face

  • Sinkronisasi real-time dengan data Body Battery.
  • Visualisasi ekspresi karakter berdasarkan level energi pengguna.
  • Pengingat istirahat yang ramah dan interaktif.
  • Integrasi data tidur yang presisi dari sensor Garmin.

Tips Bugar Ramadan ala Garmin

Agar ibadah tetap maksimal dan tubuh tidak lemas, Anda perlu menerapkan pola hidup disiplin. Berikut adalah tips praktis menjaga kebugaran selama bulan puasa:

  • Kelola jam biologis dengan tidur dan bangun di jam yang konsisten.
  • Gunakan fitur pelacak tidur di jam tangan Garmin untuk memantau durasi REM.
  • Hindari konsumsi karbohidrat berlebihan saat sahur untuk mencegah sugar crash.
  • Berhenti makan berat minimal 2 jam sebelum waktu tidur malam.
  • Pantau tingkat energi Body Battery agar bisa mengatur aktivitas dengan bijak.

Kesimpulannya, menjaga kualitas tidur adalah kunci utama untuk menghindari emosi "senggol bacok" selama Ramadan. Dengan bantuan teknologi wearable dari Garmin, Anda dapat memantau kesehatan tubuh secara lebih akurat dan menyenangkan.

Baca Juga  Bocoran Vivo Pad 6 Pro: Tablet Flagship dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5

Aulia Rahma adalah reporter selfd.id yang aktif meliput berita lokal dan isu masyarakat. berpengalaman menyusun laporan berbasis fakta dan informasi lapangan.