Mahasiswa Unair Kunjungi Bisnis Indonesia: Strategi Media Hadapi Era Digital 2026

Sebanyak 29 mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Airlangga (Unair) melakukan media visit ke kantor Bisnis Indonesia, Jakarta, pada Rabu (8/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari dinamika industri media di tengah tantangan disrupsi teknologi.

Menjawab Tantangan Media di Era Digital

Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Manajemen Pengetahuan dan Inovasi yang dipimpin oleh Jusuf Irianto. Jusuf menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana media arus utama bertahan di era digital saat ini.

Kepala Divisi Pemberitaan Bisnis Indonesia, Setyardi Widodo, menyambut baik kedatangan para mahasiswa tersebut. Ia menjelaskan bahwa adaptasi teknologi menjadi kunci utama perusahaan dalam menjaga relevansi di pasar.

Inovasi Produksi dan Saluran Publikasi

Bisnis Indonesia terus melakukan transformasi dengan memperkuat platform digitalnya. Langkah ini mencakup optimalisasi situs web hingga pemanfaatan media sosial yang lebih interaktif.

Proses produksi berita pun kini telah disesuaikan dengan kebutuhan audiens digital yang menginginkan kecepatan dan validitas data. Meski demikian, Bisnis Indonesia tetap mempertahankan publikasi cetak sebagai bagian dari identitas perusahaan.

Perbandingan Strategi Media: Cetak vs Digital

Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa mempertahankan kedua format publikasi memerlukan manajemen inovasi yang matang. Berikut adalah tabel perbandingan strategi yang dilakukan:

Aspek Media Cetak Media Digital
Jangkauan Terbatas (Distribusi fisik) Sangat Luas (Global)
Kecepatan Terbit Harian Real-time / Detik
Interaksi Satu Arah Dua Arah (Sosmed)
Fokus Kedalaman Analisis Kecepatan Informasi

Wawasan Baru Bagi Mahasiswa

Para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung proses kerja di kantor redaksi dan produksi lantai 6. Kunjungan ini membuka pandangan baru terkait cara kerja jurnalis dalam memvalidasi sebuah berita.

Baca Juga  Persiapan UTBK SNBT 2026: Universitas Brawijaya Siapkan 5.833 Kuota

Mahasiswa S1 Unair, Rahman, mengaku mendapatkan wawasan berharga soal tata kelola data pemberitaan. Senada dengan itu, Regina, mahasiswa lainnya, merasa puas karena memahami bahwa inovasi adalah pilar utama perusahaan.

Poin Penting Transformasi Media

Berdasarkan diskusi tersebut, berikut adalah beberapa poin penting dalam menghadapi era digital:

  • Evaluasi rutin terhadap platform yang digunakan agar tetap relevan dengan zaman.
  • Menjaga validitas data sebagai prioritas utama dalam setiap pemberitaan.
  • Integrasi antara proses produksi tradisional dengan teknologi terbaru.
  • Adaptasi saluran distribusi untuk menjangkau audiens di berbagai platform.

Sebagai penutup, kunjungan ini memberikan gambaran nyata bahwa inovasi dan adaptasi adalah syarat mutlak bagi industri media. Dengan kombinasi antara tradisi dan teknologi, perusahaan media dapat terus memberikan informasi yang akurat bagi masyarakat luas.

Agoy Safutra adalah jurnalis di selfd.id yang fokus menyajikan berita faktual dan informasi aktual. aktif menulis isu publik, teknologi, dan perkembangan terkini dengan pendekatan informatif.