Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karo, Danke Rajagukguk, kini tengah menjadi sorotan publik. Ia dilaporkan telah diamankan oleh tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.
Alasan Penindakan Terhadap Kajari Karo
Peristiwa pengamanan ini terjadi pada Sabtu (4/4/2026) malam. Danke diamankan terkait proses penanganan perkara yang melibatkan videografer Amsal Sitepu.
Kapuspenkum Kejagung RI, Anang Supriatna, mengonfirmasi kabar tersebut pada Senin (6/4/2026). Saat ini, pihak Kejagung masih melakukan proses klarifikasi dan permintaan keterangan kepada yang bersangkutan.
Rekam Jejak Karier Danke Rajagukguk
Danke Rajagukguk merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen Medan. Ia mengawali perjalanannya sebagai abdi negara melalui seleksi CPNS pada tahun 2007.
Setelah menyelesaikan pendidikan jaksa pada 2009, kariernya di korps Adhyaksa cukup panjang. Berikut adalah daftar riwayat tugas Danke:
- Jaksa di Kejaksaan Negeri Simalungun.
- Jaksa di Kejaksaan Negeri Pematangsiantar.
- Bertugas di Kejari Subang, Jawa Barat.
- Tim penyidik Direktorat JAM Pidsus Kejagung.
- Koordinator di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat.
Danke resmi menjabat sebagai Kajari Karo sejak 13 Oktober 2025. Penunjukannya didasarkan pada Surat Keputusan Nomor Kep V-1425 Tahun 2025 untuk menggantikan Darwis Burhansyah.
Analisis Harta Kekayaan Pejabat
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Danke menjadi perhatian karena mencatatkan nilai minus. Berdasarkan laporan Maret 2026, ia memiliki total aset sebesar Rp678 juta namun dibebani utang yang lebih besar.
Berikut adalah rincian profil kekayaan yang dilaporkan:
| Komponen Aset | Nilai (Rupiah) |
|---|---|
| Alat Transportasi & Mesin | Rp470.000.000 |
| Tanah & Bangunan (Simalungun) | Rp192.000.000 |
| Harta Bergerak Lainnya | Rp5.000.000 |
| Kas & Setara Kas | Rp11.100.000 |
| Total Aset | Rp678.100.000 |
| Total Utang | Rp818.500.000 |
| Harta Bersih | -Rp140.400.000 |
Data di atas menunjukkan bahwa nilai utang yang mencapai Rp818,5 juta menjadi faktor utama harta kekayaannya berada di angka minus. Aset transportasinya sendiri didominasi oleh dua kendaraan, yakni Suzuki Vitara tahun 2000 dan Mazda 2 tahun 2010.
Proses pemeriksaan terhadap Kajari Karo ini masih berlangsung di internal Kejagung. Masyarakat saat ini menunggu hasil klarifikasi resmi terkait perkara videografer Amsal Sitepu tersebut.