Korlantas Polri Gandeng Green SM Gelar Pelatihan Ulang Pengemudi Pasca Kecelakaan

Langkah Korlantas Polri Tingkatkan Keselamatan Pengemudi

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, resmi menawarkan program pelatihan ulang bagi pengemudi taksi Green SM. Tawaran ini muncul menyusul insiden kecelakaan kereta api yang melibatkan armada tersebut di Bekasi Timur.

Agus menyatakan bahwa pembinaan ini bertujuan meningkatkan disiplin serta kesadaran berlalu lintas bagi sekitar 10.000 pengemudi perusahaan tersebut. Pelatihan ini rencananya akan difasilitasi melalui Indonesia Safety Driving Center (ISDC).

Sinergi Manajemen Green SM dan Kepolisian

Manajemen Green SM menyambut baik inisiatif kolaborasi bersama pihak kepolisian ini. Direktur Green SM, Denny Gunawan, mengakui bahwa pihaknya sedang menyiapkan program pelatihan ulang untuk memperkuat budaya keselamatan.

Denny menilai kolaborasi dengan Korlantas sangat penting untuk menciptakan standar edukasi yang lebih efektif. Ia berharap langkah ini menjadi tolok ukur agar pengemudi tidak lagi mengulangi pelanggaran di masa depan.

Rencana Penerapan Sistem Traffic Attitude Record

Sebagai upaya pemantauan jangka panjang, kedua pihak membahas penerapan sistem traffic attitude record. Sistem ini dirancang untuk memantau perilaku pengemudi secara terintegrasi dan akurat.

Sistem tersebut akan mencakup data pelanggaran yang terekam melalui sistem tilang elektronik atau ETLE. Berikut adalah poin utama dalam rencana pembinaan pengemudi tahun 2026 ini:

  • Pelatihan ulang melalui fasilitas ISDC bagi seluruh pengemudi.
  • Penerapan sistem pemantauan perilaku berkendara berbasis data.
  • Integrasi data pelanggaran pengemudi dengan sistem tilang elektronik (ETLE).
  • Prioritas utama pada pembentukan budaya keselamatan berkendara.

Perbandingan Pendekatan Pembinaan Pengemudi

Berikut adalah perbandingan antara metode pelatihan konvensional dengan program berbasis sistem terintegrasi yang direncanakan:

Baca Juga  Hasil Pertemuan Presiden Prabowo dan Putin di Moskow: Fokus Energi hingga BRICS
Aspek Pembinaan Metode Konvensional Metode Baru (2026)
Pengawasan Manual & Terbatas Terintegrasi (ETLE)
Data Pelanggaran Pencatatan Sederhana Sistem Traffic Attitude Record
Standar Edukasi Internal Perusahaan Standar Korlantas (ISDC)
Tujuan Akhir Kepatuhan Dasar Budaya Keselamatan Total

Risiko dan Aspek Keamanan Berlalu Lintas

Keselamatan jalan raya merupakan tanggung jawab kolektif antara perusahaan transportasi dan pengemudi. Tren terbaru hari ini menunjukkan pentingnya pengawasan ketat terhadap perilaku pengemudi guna menekan angka kecelakaan.

Tanpa adanya sistem kontrol yang ketat, risiko pelanggaran lalu lintas tetap tinggi di lapangan. Kolaborasi antara operator taksi dan kepolisian diharapkan mampu meminimalisir potensi bahaya tersebut secara signifikan.

Sebagai kesimpulan, langkah Korlantas Polri memberikan pelatihan ulang dan sistem pemantauan terintegrasi bagi pengemudi Green SM merupakan upaya nyata dalam meningkatkan keselamatan publik. Sinergi ini diharapkan menjadi standar baru bagi perusahaan transportasi lainnya di Indonesia sepanjang tahun 2026.

Agoy Safutra adalah jurnalis di selfd.id yang fokus menyajikan berita faktual dan informasi aktual. aktif menulis isu publik, teknologi, dan perkembangan terkini dengan pendekatan informatif.