Jeff Bezos Disorot Tajam: Sponsor Met Gala 2026 Picu Aksi Boikot

Ajang mode bergengsi Met Gala kembali menjadi sorotan dunia pada tahun 2026. Bukan sekadar busana, keterlibatan Jeff Bezos sebagai sponsor utama memicu gelombang protes besar dari berbagai kalangan.

Kontroversi Dana Sponsor dan Citra Amazon

Jeff Bezos dikabarkan menggelontorkan dana hingga USD 10 juta atau setara Rp 160 miliar untuk acara tahunan di Metropolitan Museum of Art tersebut. Langkah ini justru menuai kritik keras karena kekayaan pria tersebut yang mencapai Rp 4.000 triliun dinilai kontras dengan isu kesejahteraan karyawannya.

Publik menyoroti beberapa masalah yang melekat pada Amazon, seperti:

  • Kondisi kerja karyawan di gudang distribusi yang dinilai tidak manusiawi.
  • Kesenjangan kekayaan ekstrem antara pemilik perusahaan dan pekerja.
  • Dugaan praktik penghindaran pajak oleh korporasi besar.
  • Kedekatan Bezos dengan elit politik yang memicu ketidakpercayaan publik.

Aksi Protes di Lokasi Acara

Menjelang puncak acara di New York, pengunjuk rasa memasang poster "Boycott Met Gala Bezos" di sekitar museum. Aksi yang paling menyita perhatian adalah pemasangan ratusan botol urine palsu oleh aktivis.

Tindakan ini merupakan sindiran keras atas laporan yang menyebut pekerja Amazon terpaksa buang air kecil di botol demi mengejar target kerja. Berikut adalah perbandingan persepsi publik terhadap Met Gala:

Aspek Dulu (Tradisional) Saat Ini (Tahun 2026)
Fokus Utama Pameran busana & seni Sorotan pada sponsor & etika
Sentimen Publik Kekaguman akan kemewahan Kritikan terhadap kesenjangan sosial
Keterlibatan Pesta eksklusif elit Arena protes aktivis & sosial

Reaksi Selebriti dan Dampak Sosial

Gelombang protes ini juga merembet ke kalangan selebriti Hollywood yang hadir. Model Bella Hadid menjadi perhatian setelah kedapatan menyukai unggahan media sosial yang mengkritik keterlibatan Bezos.

Baca Juga  Poco X8 Pro Iron Man Edition: Spesifikasi Gahar dan Desain Ikonik

Selain itu, aktris Taraji P. Henson secara terbuka mempertanyakan kehadiran para bintang di acara tersebut. Ia merasa bingung mengapa banyak pihak tetap bersedia hadir di gala yang didukung oleh sosok kontroversial.

Poin Penting Protes Terhadap Bezos:

  • Simbolisme: Met Gala dianggap berubah menjadi ajang pamer kekuasaan miliarder.
  • Solidaritas: Selebriti mulai ditekan untuk lebih peka terhadap isu sosial di balik sponsor acara.
  • Transparansi: Publik menuntut institusi budaya lebih selektif dalam memilih mitra pendanaan.

Hingga saat ini, baik pihak Jeff Bezos maupun penyelenggara Met Gala belum memberikan komentar resmi. Situasi ini menunjukkan bahwa pengaruh miliarder di dunia hiburan kini menghadapi tantangan moral yang lebih besar dari sebelumnya.

Sebagai kesimpulan, Met Gala 2026 mencatat sejarah sebagai ajang yang lebih banyak membahas etika bisnis dibandingkan koleksi busana. Tekanan publik terhadap keterlibatan Bezos membuktikan bahwa kesadaran sosial masyarakat terhadap eksploitasi pekerja semakin meningkat.

Aulia Rahma adalah reporter selfd.id yang aktif meliput berita lokal dan isu masyarakat. berpengalaman menyusun laporan berbasis fakta dan informasi lapangan.