IHSG Tembus 7.092, Saham Big Caps UNVR dan TPIA Jadi Motor Penggerak

Analisis Pergerakan IHSG Mei 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif pada perdagangan Rabu (6/5/2026). Indeks ditutup menguat ke level 7.092,46.

Penguatan ini merepresentasikan kenaikan sebesar 0,50% atau setara dengan 35,36 poin. Tren terbaru hari ini menunjukkan indeks sempat mencapai posisi tertinggi di angka 7.127,72.

Performa Saham Big Caps dan Top Movers

Kenaikan IHSG sepanjang hari tersebut didorong oleh performa impresif dari beberapa saham berkapitalisasi besar. Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) memimpin dengan kenaikan 10,06% ke harga Rp1.805.

Selain itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) turut mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 4,94% ke level Rp6.375. Berikut adalah daftar saham yang menjadi pendorong dan penghambat indeks:

Kategori Saham Emiten Perubahan Harga
Top Gainers (Big Caps) UNVR +10,06%
Top Gainers (Big Caps) TPIA +4,94%
Top Losers (Big Caps) AMMN -3,38%
Top Losers (Big Caps) BBNI -2,30%

Dinamika Pasar dan Saham Unggulan

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 341 saham mengalami penguatan pada sesi perdagangan tersebut. Sementara itu, 290 saham tercatat mengalami penurunan dan 186 saham tetap stagnan.

Kapitalisasi pasar keseluruhan di bursa tercatat mencapai Rp12.728 triliun. Saham lain seperti PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) juga memberikan kontribusi positif terhadap indeks.

Saham dengan Lonjakan Tertinggi

Di luar jajaran saham besar, terdapat emiten yang mencatatkan kenaikan persentase harga sangat tajam. Berikut daftar saham yang masuk kategori top gainers:

  • PT Danasupra Erapacific Tbk. (DEFI) melonjak 34,23% menjadi Rp200.
  • PT Haloni Jane Tbk. (HALO) menguat 24,66% ke posisi Rp91 per saham.
Baca Juga  PT TASPEN Siapkan Program Rumah Layak Huni untuk ASN dan Pensiunan

Daftar Saham Paling Tertekan

Sebaliknya, terdapat pula saham yang mengalami tekanan jual cukup dalam. Saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA) melemah 9,94% menjadi Rp145. PT Indospring Tbk. (INDS) juga mencatatkan penurunan sebesar 7,14% ke harga Rp416.

Tinjauan Teknis dan Proyeksi Pasar

Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, memberikan pandangan mengenai kondisi teknikal IHSG. Indeks diketahui telah berhasil menembus level resistance psikologis di angka 7.100.

Penyempitan negatif pada histogram MACD menjadi sinyal pendukung penguatan ini. Selain itu, indikator stochastic RSI menunjukkan pergerakan naik dari area oversold.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca, dan kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul.

Agoy Safutra adalah jurnalis di selfd.id yang fokus menyajikan berita faktual dan informasi aktual. aktif menulis isu publik, teknologi, dan perkembangan terkini dengan pendekatan informatif.