Jakarta, CNN Indonesia – GoTo (Gojek Tokopedia Tbk) mengambil langkah progresif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mitra driver-nya di seluruh Indonesia. Perusahaan teknologi raksasa ini mengumumkan inisiatif strategis untuk menanggung 100 persen iuran BPJS Ketenagakerjaan (JKK & JKM) dan BPJS Kesehatan bagi ratusan ribu mitra driver ‘Juara’ mulai awal tahun 2026. Program ini dirancang khusus untuk memberikan perlindungan sosial yang komprehensif bagi para pengemudi berkinerja baik, yang merupakan tulang punggung dari ekosistem GoTo.
Selain dari inisiatif BPJS yang signifikan, GoTo juga memperkenalkan sistem poin per perjalanan (trip) yang inovatif. Sistem ini memungkinkan mitra driver untuk mengumpulkan poin setiap kali mereka menyelesaikan order. Poin-poin ini kemudian dapat ditukarkan dengan berbagai voucher yang bermanfaat, termasuk voucher pulsa, listrik, dan bahan bakar minyak (BBM). Program ini bertujuan untuk memberikan insentif tambahan dan membantu mitra driver memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, terutama di tengah fluktuasi harga dan tantangan ekonomi.
Langkah GoTo ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, termasuk serikat pekerja dan komunitas pengemudi online. Ketua Serikat Pengemudi Online Indonesia (SEPOI), Mahmud, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, pembiayaan BPJS secara gratis adalah langkah krusial untuk memberikan perlindungan yang memadai bagi para pengemudi yang setiap hari berjuang di jalanan.
"BPJS gratis sangat penting untuk melindungi kami yang sehari-hari bekerja di jalan. Risiko kecelakaan dan masalah kesehatan selalu mengintai, dan dengan adanya BPJS, kami merasa lebih aman dan terlindungi," ujar Mahmud. "Poin yang ditukar sebagai voucher juga sangat membantu karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari kami. Ini adalah bentuk apresiasi yang nyata dari GoTo."
Mahmud juga menekankan bahwa program ini sangat relevan, terutama menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Lebaran. Pada periode ini, kebutuhan pengemudi cenderung meningkat secara signifikan, sementara stabilitas order seringkali menjadi perhatian utama. Dengan adanya dukungan BPJS dan sistem poin, diharapkan para pengemudi dapat lebih fokus pada pekerjaan mereka dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
Senada dengan Mahmud, Kepala Keluarga Gojek Merah Putih (KGMP) sekaligus Ketua Komunitas SGO (Super Gojek Ori), Farid Setiawan, juga menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif GoTo. Ia menyoroti bahwa sistem poin apresiasi memberikan dampak positif pada motivasi dan kinerja mitra driver.
"Sistem poin ini membuat mitra merasa kinerjanya dihargai. Setiap trip yang kami selesaikan, kami mendapatkan poin yang bisa ditukarkan dengan berbagai kebutuhan," kata Farid. "Ini memberikan manfaat langsung dan menjadi motivasi bagi mitra untuk terus menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan. Kami merasa lebih termotivasi untuk memberikan yang terbaik."
Farid juga mengungkapkan rasa syukurnya atas kebijakan pembiayaan iuran BPJS oleh GoTo. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya, para mitra driver harus membayar iuran BPJS secara mandiri, yang seringkali menjadi beban finansial yang cukup berat.
"Dulu, kami harus membayar iuran BPJS sendiri, dan itu cukup memberatkan. Sekarang, dengan adanya program ini, kami tidak perlu lagi memikirkan biaya iuran," ujarnya. "Kalau suatu hari terjadi hal yang tidak diinginkan, setidaknya sudah ada perlindungan, mulai dari obat, perawatan, sampai benar-benar pulih. Yang paling terasa tentu dari sisi keuangan, karena kami tidak perlu keluar biaya lagi, dan keluarga di rumah juga jadi lebih tenang saat saya bekerja."
Cerita serupa juga datang dari Febri, seorang mitra Gojek di Surabaya. Ia mengaku merasa lebih tenang dan terlindungi sejak GoTo mengumumkan program pembiayaan BPJS. Meskipun ia belum pernah menggunakan manfaat BPJS tersebut, ia merasa lebih aman dan yakin bahwa ia dan keluarganya akan terlindungi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"Saya merasa lebih tenang sekarang. Meskipun saya belum pernah menggunakan BPJS, saya tahu bahwa saya terlindungi," kata Febri. "Ini memberikan rasa aman yang luar biasa, terutama bagi keluarga saya. Mereka tahu bahwa saya akan mendapatkan perawatan yang memadai jika terjadi kecelakaan atau sakit."
Dukungan terhadap inisiatif GoTo juga datang dari kalangan pengamat dan ahli di bidang jaminan sosial. Koordinator BPJS Watch, Timboel Siregar, memberikan apresiasi khusus terhadap langkah GoTo dalam membayarkan jaminan kecelakaan kerja, kematian, serta jaminan kesehatan bagi mitra driver-nya. Menurutnya, ini adalah langkah signifikan yang patut dicontoh oleh aplikator lain di industri ride-hailing.
"Kehadiran GoTo untuk memberikan sebuah program yang membayar jaminan kecelakaan kerja dan juga kematian beserta jaminan kesehatan merupakan langkah yang sangat signifikan," kata Timboel. "Ini harus diikuti oleh semua aplikator untuk melindungi pekerja dari berbagai risiko. Mitra driver adalah aset penting dalam ekosistem digital, dan mereka berhak mendapatkan perlindungan yang layak."
Timboel juga menekankan bahwa inisiatif GoTo ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan cakupan jaminan sosial bagi seluruh pekerja di Indonesia. Ia berharap bahwa langkah ini akan menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan pekerja, terutama mereka yang bekerja di sektor informal dan rentan.
Sebelum meluncurkan program pembiayaan BPJS dan sistem poin, GoTo juga telah memperkenalkan berbagai inisiatif lain untuk mendukung kesejahteraan mitra driver-nya. Perusahaan ini sebelumnya telah meluncurkan empat program dukungan utama yang mencakup perlindungan sosial (BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan), Bonus Hari Raya, Bursa Kerja Mitra Gojek dan Beasiswa untuk mitra/keluarga, serta Usaha Mitra Swadaya.
Program-program ini dirancang untuk memberikan dukungan yang komprehensif bagi mitra driver dan keluarga mereka, mulai dari perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja hingga kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan pendapatan. GoTo berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam kesejahteraan mitra driver sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan dan inklusif.
Dengan berbagai inisiatif yang telah diluncurkan, GoTo menunjukkan komitmennya yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan mitra driver-nya. Perusahaan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan, tetapi juga memberikan perhatian yang serius terhadap perlindungan sosial dan pengembangan diri mitra driver. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kehidupan jutaan mitra driver Gojek beserta keluarga mereka di seluruh Indonesia.
Inisiatif GoTo ini juga mencerminkan tren yang semakin meningkat di kalangan perusahaan teknologi untuk lebih bertanggung jawab terhadap kesejahteraan pekerja gig atau pekerja lepas yang menjadi bagian penting dari model bisnis mereka. Dengan memberikan perlindungan sosial dan kesempatan pengembangan diri, perusahaan-perusahaan ini dapat membangun hubungan yang lebih kuat dan berkelanjutan dengan para pekerja gig, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas dan loyalitas.
Ke depan, diharapkan semakin banyak perusahaan teknologi yang mengikuti jejak GoTo dalam memberikan perlindungan dan dukungan yang memadai bagi para pekerja gig. Dengan demikian, ekosistem digital dapat menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan, memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat.
(sfr/sfr)