Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data terbaru mengenai jumlah penduduk Indonesia tahun 2026. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, populasi tanah air kini mencapai 284,67 juta jiwa.
Tren Pertumbuhan dan Konsentrasi Penduduk
Laju pertumbuhan penduduk Indonesia saat ini menunjukkan tren perlambatan dibandingkan periode sebelumnya. Angka pertumbuhan tercatat sebesar 1,08 persen per tahun, turun dari 1,10 persen pada Long Form Sensus Penduduk 2020.
Sebaran penduduk Indonesia masih belum merata di seluruh wilayah. Sebanyak 55,65 persen dari total penduduk Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Struktur Usia dan Rasio Ketergantungan
Struktur umur penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh kelompok usia produktif. Sebanyak 68,92 persen penduduk terdiri dari generasi muda, yakni Gen-Z, Milenial, dan Post-GenZ.
Meskipun demikian, rasio ketergantungan mengalami kenaikan menjadi 45,05. Artinya, setiap 100 orang usia produktif kini harus menanggung beban 45 orang usia nonproduktif.
Perbandingan Indikator Demografi
Berikut adalah perbandingan data demografi antara hasil LF SP2020 dengan SUPAS 2025:
| Indikator | Data LF SP2020 | Data SUPAS 2025 |
|---|---|---|
| Laju Pertumbuhan | 1,10% | 1,08% |
| Rasio Ketergantungan | 44,33 | 45,05 |
| Total Fertility Rate (TFR) | 2,18 | 2,13 |
Tantangan Menuju Ageing Population
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, memberikan peringatan terkait dinamika demografi ini. Indonesia kini telah memasuki fase ageing population dengan proporsi penduduk lansia mencapai 11,97 persen.
Meskipun Indonesia masih menikmati bonus demografi, peningkatan rasio ketergantungan perlu diantisipasi. Perencanaan pembangunan masa depan harus disesuaikan dengan perubahan pola demografi yang terjadi saat ini.
Indikator Kesehatan dan Mobilitas
Sisi positif terlihat dari perbaikan indikator kesehatan nasional. Angka kematian bayi (IMR) tercatat turun menjadi 14,12 kematian per 1.000 kelahiran hidup.
Penurunan ini merupakan capaian terbaik dalam satu dekade terakhir. Di sisi lain, mobilitas penduduk juga semakin dinamis. DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi dengan persentase migrasi keluar antarprovinsi yang paling tinggi.
Ringkasan Situasi Demografi 2026
- Jumlah penduduk mencapai 284,67 juta jiwa.
- Angka kelahiran total (TFR) mengalami penurunan, terutama pada kelompok perempuan muda usia 15-24 tahun.
- Mobilitas penduduk, baik domestik maupun internasional, menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Data BPS ini menegaskan bahwa Indonesia sedang mengalami pergeseran struktur penduduk yang cukup dinamis. Antisipasi terhadap peningkatan jumlah lansia dan perlambatan pertumbuhan penduduk menjadi kunci kebijakan pembangunan ke depan.