86 Juta Penduduk RI di Zona Transisi: Tantangan Baru Ekonomi 2026

Resiliensi ekonomi Indonesia saat ini masih terjaga berkat kuatnya konsumsi rumah tangga yang menyumbang 54% terhadap PDB. Namun, terdapat tantangan besar dalam menjaga stabilitas tersebut, yakni memperkuat kualitas lapangan kerja bagi masyarakat di zona transisi ekonomi.

Mengenal Kelas Menengah Transisi di Indonesia

Berdasarkan analisis Mandiri Institute, terdapat 86 juta penduduk Indonesia yang masuk dalam kategori Kelas Menengah Transisi atau Transitional Middle Class. Kelompok ini terdiri dari Upper Aspiring Middle Class (AMC) dan Lower Middle Class (MC).

Kelompok ini memiliki karakteristik mobilitas yang sangat dinamis, namun di sisi lain mereka sangat rentan terhadap guncangan ekonomi. Data periode 2019 hingga 2025 menunjukkan penurunan jumlah kelompok Lower MC hingga 11 juta orang, sementara kelompok menengah atas justru bertambah.

Perbedaan Kelas Menengah Transisi vs Kelas Menengah Mapan

Kualitas pekerjaan menjadi pembeda utama antara kelompok transisi dengan kelas menengah yang lebih mapan. Berikut adalah perbandingannya:

Indikator Kelas Menengah Transisi Kelas Menengah Mapan
Penyerapan Sektor Formal >50% Jauh lebih tinggi (+28 poin)
Kepemilikan Aset Likuid (Emas) 21% 69%
Stabilitas Finansial Rentan Lebih Stabil

Mengapa Kelompok Transisi Rentan Secara Finansial?

Struktur pengeluaran kelompok transisi saat ini masih didominasi oleh kebutuhan primer yang mendesak. Mayoritas pendapatan habis untuk mobilitas (20%), perumahan (13%), dan tagihan rutin (10%).

Kondisi ini menyisakan ruang yang sangat terbatas untuk konsumsi sekunder seperti lifestyle atau barang elektronik yang hanya sekitar 18%. Minimnya kepemilikan aset cadangan membuat mereka sangat rentan terhadap risiko inflasi maupun kehilangan pendapatan mendadak.

Baca Juga  MPR Terapkan WFH Mulai 1 April 2026, Ahmad Muzani Imbau Masyarakat Hemat BBM

Langkah Strategis Penguatan Ekonomi

  • Peningkatan Kualitas Lapangan Kerja: Mendorong penciptaan good jobs di sektor-sektor produktif.
  • Stimulus Fiskal: Memperbaiki daya saing investasi dan kemudahan berusaha untuk ekspansi sektor riil.
  • Peningkatan Produktivitas: Memastikan pekerja memiliki keahlian yang relevan untuk meningkatkan pendapatan secara riil.
  • Literasi Keuangan: Mendukung akses pembiayaan yang inklusif untuk membantu masyarakat mengelola aset dengan lebih produktif.

Kesimpulan

Sebanyak 2 juta penduduk dari kelompok transisi saat ini sebenarnya sudah siap naik kelas berkat daya beli dan kualitas pekerjaan yang stabil. Upaya sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan, seperti yang dilakukan Bank Mandiri, menjadi kunci utama. Penguatan kualitas lapangan kerja dan literasi keuangan akan menjadi fondasi agar kelompok ini dapat bertransformasi menjadi kelas menengah yang lebih mapan demi masa depan ekonomi nasional yang lebih kokoh.

Agoy Safutra adalah jurnalis di selfd.id yang fokus menyajikan berita faktual dan informasi aktual. aktif menulis isu publik, teknologi, dan perkembangan terkini dengan pendekatan informatif.