10 Kota Dunia Terancam Tenggelam 2100: Jakarta Masuk Daftar

Pemanasan global menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan wilayah pesisir di berbagai belahan dunia. NASA memprediksi kenaikan air laut mencapai 91,4 cm hingga 182,88 cm pada tahun 2100.

Perubahan iklim memicu es di kutub mencair dengan cepat. Kondisi ini membuat sejumlah kota besar di dunia terancam tenggelam dalam beberapa dekade ke depan.

Mengapa Kota Pesisir Berisiko Tinggi?

Peningkatan permukaan laut bukan satu-satunya penyebab utama wilayah pesisir terancam. Faktor geografis dan aktivitas manusia turut mempercepat proses penurunan tanah di berbagai negara.

Berikut adalah beberapa penyebab utama yang membuat kota-kota besar terancam tenggelam:

  • Pemanasan global yang menyebabkan volume air laut meningkat.
  • Ekstraksi air tanah yang berlebihan secara terus-menerus.
  • Beban bangunan infrastruktur yang masif di lahan lunak.
  • Kerusakan ekosistem alami seperti hutan mangrove.

Daftar Kota yang Terancam Tenggelam

Beberapa kota di dunia, termasuk Jakarta, sudah merasakan dampak nyata dari fenomena ini. Berikut adalah daftar kota yang masuk dalam pengawasan para ahli:

  1. Jakarta, Indonesia: Kota ini mengalami penurunan tanah hingga 17 cm per tahun. Hal ini menjadi alasan utama pemerintah Indonesia memindahkan ibu kota ke IKN.
  2. Alexandria, Mesir: Sekitar 30% wilayah kota diperkirakan terendam air pada tahun 2050. Sebanyak 1,5 juta orang terancam harus mengungsi.
  3. Miami, Amerika Serikat: Sebanyak 60% wilayah Miami-Dade County berisiko tenggelam pada 2060. Kerugian ekonomi diprediksi sangat masif.
  4. Lagos, Nigeria: Level air di kota terbesar Afrika ini terus naik lebih dari 3 inci setiap tahunnya.
  5. Dhaka, Bangladesh: Kota ini tenggelam sekitar setengah inci per tahun akibat intensitas banjir yang meningkat.
  6. Yangon, Myanmar: Lokasinya yang dekat dengan Sesar Sagaing menambah risiko keruntuhan tanah saat terjadi gempa.
  7. Bangkok, Thailand: Garis pantai Bangkok terus menyusut lebih dari 1 km per tahun.
  8. Kolkata, India: Ekstraksi air tanah berlebihan menjadi ancaman serius bagi 10 juta penduduknya.
  9. Manila, Filipina: Penurunan tanah mencapai 4 inci per tahun akibat hilangnya hutan mangrove.
  10. Guangdong-Hong Kong-Macau: Wilayah Pearl River Delta diprediksi mengalami kenaikan air laut setinggi 5 kaki dalam 100 tahun.
Baca Juga  Microsoft Luncurkan Proyek Windows K2, Fokus Total Stabilitas di 2026

Perbandingan Risiko Kota di Dunia

Kota Faktor Utama Prediksi Dampak
Jakarta Penurunan Tanah Relokasi Ibu Kota (IKN)
Alexandria Es Kutub Mencair 30% wilayah terendam 2050
Miami Ketinggian Rendah 60% wilayah terendam 2060
Bangkok Erosi Pesisir Sebagian besar hilang 1 abad

Kesimpulan

Ancaman kenaikan air laut merupakan tantangan global yang menuntut perhatian serius di tahun 2026 dan seterusnya. Langkah mitigasi seperti pembangunan tanggul, reboisasi mangrove, dan pengaturan tata kota menjadi krusial. Tanpa tindakan kolektif, kota-kota besar di atas berisiko kehilangan wilayah huniannya secara permanen dalam kurun waktu 100 tahun mendatang.

Tamara Melinda Putri adalah penulis berita di selfd.id yang mengutamakan kejelasan dan akurasi informasi. aktif menyusun konten edukasi dan panduan berbasis data.